Islam, Sering Disalahpahami

7 04 2008

Deraan ujian kembali menimpa umat Islam. Salah seorang politikus Belanda, Gert Wilders membuat film yang bersifat penghinaan terhadap ajaran Islam, “Fitna”. Film ini tayang di situs liveleak.com dan youtube.com, berkisar 15 menit, yang isinya memprovokasi, dengan menilai Islam sebagai ajaran agama teroris.

Pandangan Wilders tentang Islam sendiri sudah tidak obyektif, karena dia mengakui “mengalami nasib buruk dengan Islam” ketika beraa di Palestina (Israel?), di saat perang terjadi. Dengan lokasi perang jelas anggapan teroris tidaklah tepat bahkan dengan keadaan Palestina sedang berjuang, tapi Wilders sendiri terlalu angkuh untuk mengakui bahwa yang dilakukan oleh Palestina adalah perjuangan untuk merebut kembali tanah mereka yang dijajah. Seolah-olah, baginya Islam adalah teroris. Tentu saja, ketika Belanda menjajah Indonesia, perjungan bangsa Indonesia mengusir penjajah Belanda bukanlah teroris.  Dengan angkuhnya, Wilders mencomot satu ayat dalam Al Qur’an kemudian menjustifikasikan stereotip bahwa Islam adalah agama teroris.

Dalam kisah biografi Muhammad, yang sering tayang di Metro TV, disebutkan Muhammad adalah aspek dalam Islam yang sering disalahpahami. Ternyata bukan Muhammad saja yang sering disalahpahami. Islam sebagai ajaran agama yang dibawa oleh beliau pun sering disalahpahami.

Saat-saat seperti ini, adalah perjuangan bagi umat Islam, untuk menjelaskan bagaimana Islam mengajarkan konsepnya secara utuh. Mari berjuang!





Renungan Ayat Cinta

3 04 2008

Bisakah kita merenungi kalam dari Tuhan?

[89:27] Hai jiwa yang tenang.
[89:28] Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
[89:29] Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,
[89:30] masuklah ke dalam syurga-Ku.

Ayat-ayat di atas terlihat menggetarkan hati. Pencapaian idaman dari semua muslim. Bagaimana Tuhan, dengan penuh cinta-Nya, memanggil dengan lembut dan indahnya, “jiwa yang tenang“. Siapa sih yang tidak bangga apabila dipanggil dengan panggilan itu, oleh Sang Pencipta-nya? Apalagi ditambah dengan suruhan agar bisa masuk ke surga-Nya, dengan Ridha-Nya lagi. Indah nian.

Tuhan, masukkan aku dalam surga-Mu, meski aku tahu aku tidak pantas untuk memasukinya.





Islam Seperti Apakah Seorang Tezar

26 03 2008

Islam, adalah agama yang dianut oleh Tezar. Tapi sekarang yang diketahui banyak aliran dalam Islam. Dari yang tradisionalis, abangan, salafy, liberal, haroki dan banyak lagi. Lalu Islam seperti apakah Tezar?

Agak sulit memang. Karena terus terang ini bukanlah pilihan sesuka-suka kita. Persepsi tentang agama bisa berbeda, baik oleh pemeluknya atau umat beragama lain. Lalu, Islam seperti apakah Tezar.

Kalua boleh jujur, Tezar memang sering mebaca dan membandingkan berbagai aliran yang ada dalam Islam. Dari sumber-sumber yang ada, kemudian dikomparasikan, disesuaikan dengan akal dan pikiran yang terbatas dan tentu saja harus diselaraskan dengan dua sumber utama ajaran Islam, yaitu Al Qur’an dan As Sunnah.

Yang jelas, apa yang dijalankan oleh Tezar mengenai kehidupan keagamaannya merupakan cermin dari hasil pemahamannya akan ajaran Islam itu sendiri. Orang boleh menyebut Tezar liberal, salafy, abangan atau Islam apa pun, tapi apa yang Tezar lakukan adalah hasil sepenafsiran Tezar, tentu saja tidak asal menafsirkan tetapi harus tetap disinergikan antara wahyu dengan rasio, meski tidak dengan komposisi 50%:50%.

Yang pasti, tujuan Tezar tetaplah berislam dengan baik, berusaha tidak merugikan orang lain, berusaha membahagiakan orang lain hingga akhirnya meninggal dengan khusnul khotimah dan moga-moga bisa diterima di Surga-Nya.