Islam, adalah agama yang dianut oleh Tezar. Tapi sekarang yang diketahui banyak aliran dalam Islam. Dari yang tradisionalis, abangan, salafy, liberal, haroki dan banyak lagi. Lalu Islam seperti apakah Tezar?
Agak sulit memang. Karena terus terang ini bukanlah pilihan sesuka-suka kita. Persepsi tentang agama bisa berbeda, baik oleh pemeluknya atau umat beragama lain. Lalu, Islam seperti apakah Tezar.
Kalua boleh jujur, Tezar memang sering mebaca dan membandingkan berbagai aliran yang ada dalam Islam. Dari sumber-sumber yang ada, kemudian dikomparasikan, disesuaikan dengan akal dan pikiran yang terbatas dan tentu saja harus diselaraskan dengan dua sumber utama ajaran Islam, yaitu Al Qur’an dan As Sunnah.
Yang jelas, apa yang dijalankan oleh Tezar mengenai kehidupan keagamaannya merupakan cermin dari hasil pemahamannya akan ajaran Islam itu sendiri. Orang boleh menyebut Tezar liberal, salafy, abangan atau Islam apa pun, tapi apa yang Tezar lakukan adalah hasil sepenafsiran Tezar, tentu saja tidak asal menafsirkan tetapi harus tetap disinergikan antara wahyu dengan rasio, meski tidak dengan komposisi 50%:50%.
Yang pasti, tujuan Tezar tetaplah berislam dengan baik, berusaha tidak merugikan orang lain, berusaha membahagiakan orang lain hingga akhirnya meninggal dengan khusnul khotimah dan moga-moga bisa diterima di Surga-Nya.